Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar,
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan , debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat, lidah kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu
Hah, di luar itu pasir, di luar itu debu
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu, maka duduk saja
Maka akan kita bawa, semua...
Karena kita adalah satu.
Sabtu, dan semua cerita-cerita lalu menyatu menjadi rindu.
Semoga baik-baik sahaja wahai hati.